Me vs Sales

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kadangkala ada sepucuk surat cinta dengan logo bank dan produk kesehatan tiba di alamat Anda, Anda sudah tahu apa kira-kira isinya. Dan dimana saat Anda buka adalah sepucuk kartu yang bertuliskan : (kurang lebih seperti ini)

Selamat!!
Sebagai penghargaan atas kesetiaan Anda terhadap kami, dengan ini kami berikan Anda sebuah hadiah produk kesehatan berupa “bla bla bla bla” yang dapat Anda tukarkan di “bla bla bla” tanpa disertai pembelanjaan apapun. Penawaran ini berlaku sampai dengan tanggal “bla bla bla”

Sebenarnya benar-benar tidak ada unsur penipuan kok di dalam penawaran ini. Begitu sampai, Anda diminta menunjukkan kartu kredit dan KTP, produk hadiah tersebut akan diberikan kepada Anda.

Eitss… tentu saja udang selalu ada dibalik bakwan. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Dalam hal ini, yang harus Anda korbankan adalah telinga Anda dan tekad Anda. Karena sebelum mengambil hadiah, biasanya salesnya akan mengeluarkan kata-kata maut seperti “Silakan duduk dulu Pak/Bu, barang kami persiapkan dulu.”

Sambil pura-pura menulis sesuatu, biasanya salesnya akan mulai melancarkan jurus dan tindakan maut seperti memakaikan alat, memijatkan bahu dengan alat, ataupun memencet tombol ini itu. Bagi muka gratisan seperti saya, tentu tidak lucu apabila akhirnya harus menebus barang gratisan dengan nominal jutaan jadi yang harus saya pasang adalah telinga tembok dan memasang muka pengen yang akhirnya menjebak diri sendiri.

Setelah barang gratisan didapat, tentu saja saya harus melancarkan jurus kabur. Namun seperti salesnya sudah ditraining juga bagaimana menghadapi customer yang pura-pura mupeng seperti saya.

1. Di rumah sudah ada mas!
Jawaban: Bu, saya yakin di rumah ibu ada 2 TV. Kalau TV boleh dua, kenapa alat ini ga boleh ada dua. Makenya ga usah rebutan, enak kan bu..

hm hm hm

2. (pura-pura nunjuk alat yang lebih mahal) Yang itu ga diskon ya mas? Saya pengen yang itu sih.
Jawaban: Bu, yang itu harganya 6,5 juta tapi fungsinya tidak lebih baik dari yang ini. Saya mah jujur Bu. Kalau saya mau komisi gede, saya pasti sarankan ibu beli yang itu. Tapi percaya deh bu, yang ini lebih bagus baik dari segi harga maupun dari segi kualitas dan manfaat.

sia-ullll

3. Nanti deh mas, mikir-mikir dulu siapa tahu nanti berubah pikiran!
Jawaban: Bu, sepuluh orang yang bilang begitu – SEPULUH SEPULUHNYA ga ada yang balik lagi bu..

4. Ga dulu deh Mas.. makasih yah..

Salesnya mulai kesal dan melancarkan kutukan …

Bu, ini deteksi dini yang sangat baik untuk kesehatan. Kalau nanti terlambat dan Ibu HARUS OPNAME sekali perawatan 30 juta Bu. Apalah artinya 2,5 jt dibanding dengan kesusahan nanti Bu. Banyak tuh Bu pasien di Husada sudah ga ada harapan lagi diberi pilihan apakah harus minum obat atau terapi mereka pada milih ini bu. Tapi saat itu harganya sudah 5jt ga promo seperti ini lagi Bu. Apa sih bu artinya cuma duduk diam nonton TV 10 menit kasih kakinya dipijat dibanding dengan RATUSAN JUTA yang HARUS DIKELUARKAN NANTI.. dst.. dst..

Dan, sekeluarnya dari situ, tetap saja menyesal kenapa tidak melancarkan jurus terakhir.

Pi, ntar lu masuk aja sendiri ke sana sendiri nah mami ngintip nih dari sini. Trus ntar 5 menit kemudian, mami telponin bilangin minta jemput, nah terus ntar papi keluar deh. Ya Ya Ya ..

11 thoughts on “Me vs Sales

  1. Cara paling ampuh untuk ambil gratisan ya emang cara yg terakhir lo tulis itu..
    udah dipraktekkan dan manjur hahhaa…
    tapi belakangan ga pernah tertarik untuk ambil barang2 gituan lagi karena ga kepake juga di rumah.. menuh2hin lemari doang…

  2. Gua susah nolaknya, jadi mending gak dateng deh. Pernah sekali di mol dipaksa dengerin sales Aow*. Pakai acara pura2 nyuruh buka amplop terus dikasih tahu :”Selamat, ibu jadi juara 1 dan bisa beli home theatre bla bla plus kompor bla bla sekian juta rupiah.” Untunglah jaman itu masih pendidikan dan bener2 bokek jadi dia mau ngomong apa gua cuma ho-oh2 dan beringsut2 melarikan diri.

  3. hahaha kurang ajar ya kalo sampe akhirannya pake aksi kutukan gitu… 😛
    gua juga paling sebel kalo ngomong ama sales2 yang suka maksa dan keukeuh… padahal ya emang itu job dia ya. hahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *